Story from the Past (3/8) : BP is (not) British Petroleum

Posted: October 9, 2011 in Story of My Life

Lanjut lagi dengan pengalaman saya menjadi job seeker! Kali ini bercerita mengenai proses seleksi di BP Indonesia. Bagian kali ini adalah favorit saya karena dari beberapa perusahaan yang saya lamar waktu itu, saya paling kepingin untuk ketrima di sini. Selain itu, banyak pengalaman yang tak terlupakan saat saya mengikuti proses seleksinya. Sebelum cerita dimulai, sedikit cerita dulu tentang BP karena mungkin masih banyak yang belum familiar dengan perusahaan yang satu ini. BP adalah perusahaan energi asal Inggris. Merupakan perusahaan terbesar ke-4 di dunia dan perusahaan energi terbesar ke-3 di dunia, di bawah Royal Ducth Shell dan Exxon Mobil (based on Fortune 500 list 2011). Walaupun termasuk 3 besar perusahaan energi dunia, di Indonesia BP belum terlalu populer karena saat itu ukuran bisnis nya di Indonesia masih kalah besar dengan Total ataupun Chevron. Sebelumnya, perusahaan ini memang bernama British Petroleum…tapi sudah berganti nama menjadi BP. Karenanya judul post kali ini “BP is (not) British Petroleum”. Obama aja pernah diprotes lho ketika menyebut BP dengan nama lamanya, British Petroleum…

Waktu itu sekitar bulan Februari, saya melamar posisi Procurement & Supply Chain Management (PSCM) lewat website BP. Saat itu cukup banyak pilihan posisi yang ditawarkan, sekitar 8-10 posisi…mulai dari mechanical, environmental, geodesy, accounting, electrical, dll. Untuk pendaftaran online-nya, kita harus bikin account di website nya BP dan mengisi data diri yang lumayan banyak juga jumlahnya serta ada beberapa dokumen yang perlu di-upload. Sekitar akhir Maret, saya mendapat email dari BP bahwa saya lolos seleksi dokumen (online) dan lanjut ke Aptitude test (online). Beberapa hari kemudian dapat email mengenai detil dari aptitude test yang harus dilakukan maksimal tanggal 27 Maret. Untuk aptitude test nya, BP menggunakan jasa Saville Consulting…yang berminat bisa cek situsnya di sini, ada contoh soal aptitude test nya juga. Jenis tes aptitude yang diteskan adalah Swift Analysis Aptitude.

Mengenai tes nya sendiri, seingat saya soal-soal nya tidak begitu susah. Cuman sesuai namanya (swift), waktu pengerjaannya untuk tiap soal sangat singkat…jadi harus berpikir cepat. Waktu itu saya mengerjakan tesnya mepet deadline, tanggal 27 Maret jam 11 malam! Durasi tes nya 30 menit. Pada hari itu seharian pas ada kegiatan di kampus, baru pulang sekitar setengah 11…capek poll. Udah gak yakin aja bakal bisa ngerjain tes nya dengan baik. Nothing to lose aja lah…tapi untung soal tes nya pake bahasa Indonesia, jadi nggak perlu mikir 2x.

Sekitar seminggu setelah tes aptitude, saya dapat telepon dari BP. Dikabarkan bahwa saya lolos ke tahap berikutnya, yaitu wawancara HRD (by phone). Si penelpon menginfokan hari dan jam untuk wawancara HRD. Di hari dan jam yang telah dijanjikan, saya stand by untuk menunggu telepon dari sang pewawancara. Dagdigdug…apalagi sebelumnya lupa nanya apakah wawancara nya dalam bhs Indonesia atau Inggris. Akhirnya telepon itu datang juga. Awalnya pewawancara mengenalkan diri dan juga menjelaskan tentang program Challenger yang  akan saya ikuti bila nantinya diterima di BP. Begitu sesi wawancara dimulai, si pewawancara langsung switch pake Bhs. Inggris…okay, here I come! Pertanyaannya kalo bisa saya bilang semuanya bersumber dari CV kita. Jadi saran saya, pelajarilah CV Anda sebaik mungkin! Kalau saya dulu, yang paling banyak ditanyakan adalah tentang organisasi yang saya ikuti. Apa peran saya, bagaimana saya terlibat di dalamnya, pelajaran apa yang diambil dsb… Saya sarankan juga coba cari hubungan antara apa yang Anda alami di organisasi dengan posisi pekerjaan yang dilamar.

Sekitar seminggu setelah interview HRD, saya kembali dapat telepon dari BP. Alhamdulillah, diberitahu bahwa saya lolos ke tahap selanjutnya…interview user di Jakarta tanggal 12 April. Saya masih ingat, waktu itu hari SENIN SORE (11 April) dan saya sedang berada di rumah, di Malang. Dikabarkan bahwa wawancara nya besok siang (selasa)….langsung panik cari tiket dan balik ke Surabaya malam itu juga. Untuk wawancara user ini, bisa dibilang semua pengeluaran untuk ke Jakarta ditanggung oleh BP…mulai dari tiket pesawat, airport tax, biaya taksi, dan juga makan. Sampai di Jakarta, saya langsung meluncur ke kantor BP di kompleks perkantoran Arkadia, TB Simatupang. Ada beberapa pelamar yang wawancara hari itu, namun tiap orang ada jadwal nya sendiri-sendiri, nggak bareng.

Sebelum wawancara dimulai, ternyata ada tes bahasa Inggris nya dulu (tes tidak diberitahukan sebelumnya). Tes nya seingat saya mengisi blank space dengan pilihan kata yang ada (multiple choice). Model soalnya ada 2 macam, grammar dan vocabulary. Menurut saya soal vocabulary nya cukup susah…ada beberapa soal yang semua pilihan jawabannya sama sekali tidak saya ketahui arti katanya. Setelah itu, barulah wawancara user dimulai. Waktu itu pewawancara nya ada 2 orang dari departemen PSCM. Wawancaranya pake bahasa apa?? Yup, bahasa Inggris! Awalnya pewawancara memberikan sebuah study case (juga dalam bahasa Inggris) dan diberikan waktu untuk mempelajarinya. Isi study case nya adalah mengenai masalah yang dihadapi suatu perusahaan minyak mengenai kontraktor piping mereka yang bermasalah. Pilihan simpelnya adalah kita mau tetep pake kontraktor itu atau pilih kontraktor baru yang kita belum tau track-record nya. Selesai mempelajari case study, pewawancara mulai bertanya…dimulai dari diri kita…seputar CV lah. Setelah itu baru lanjut ke soal case study. Kalo saya lihat, pewawancara sudah punya ‘contekan’ mengenai apa-apa yang mereka tanyakan seputar case study. Sepanjang wawancara, asumsi-asumsi yang ada di case study juga diubah-ubah, bongkar-pasang jungkir-balik sehingga menjadi permasalahan baru….intinya ingin melihat seberapa tajam kemampuan kita dalam menganalisis suatu permasalahan. FYI…materi-materi yang sudah saya baca sebelumnya terkait procurement dan supply chain bisa dibilang tidak terpakai di sini.

Alhamdulillah, hari yang berat itu selesai juga…dan menurut saya, I did it well! Setelah wawancara tersebut, saya dapat telepon dari Samsung…dikabarkan bahwa saya lolos ke medical check up. Rasanya jadi kurang antusias, soalnya lagi on fire buat ngejar BP nih….hehe… Cerita mengenai proses seleksi Samsung bisa dibaca di sini. Sekitar 2-3 minggu setelah interview user , saya kembali dihubungi oleh BP. Alhamdulillah, lolos ke tahap selanjutnya…Assessment Center di Jakarta, tanggal 9-11 mei. What…3 hari? Hmmm…tunggu kelanjutan ceritanya yang pastinya jauh lebih menarik…😀

To be continued…
Thanks for reading!

^^

Related posts :
Story from the Past (1/8) : The Background
Story from the Past (2/8) : The (Biggest) Korean Company
Story from the Past (4/8) : The International Business Machine
Story from the Past (5/8) : Road to Study Abroad
Story from the Past (6/8) : A Week in Jakarta (Part 1)
Story from the Past (7/8) : A Week in Jakarta (Part 2)
Story from the Past (8/8) : Found My Destiny

Comments
  1. Dear Mas Aryka,

    Mas saya Fanny, maaf mas, sy mau tanya sedikit. Untuk online aptitude assessment di saville consulting yg mas ikuti dulu apakah otomatis berbahasa indonesia atau gmn? Apa mas memilih Bahasa Indonesia sbg preferred language di account detailnya??

    Kebetulan sy juga harus mengerjakan assessment online itu mas, agak grogi dg swift assessment-nya mas. Terima kasih banget kalo mas berkenan berbagi sedikit ttg pengalaman tesnya.

    Terima kasih sekali lg mas.🙂

    • arykaputra says:

      Wah, jujur saya sdh lupa… kalau aptitude test mestinya cm sedikit saja instruksi dalam kata2 krn kebanyakan gambar/angka saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s